Minggu, 12 Oktober 2008

Volentir di kelas Bahasa Jepang

Pertama kali masuk sekolah, Mbak Nita diterima di kelas 2 SD dan saat itu dia belum bisa berkomunikasi dalam bahasa Jepang. Bingung..wah sudah pasti. Waktu pertama kali perkenalan di depan kelas, sebelumya kami sudah mengajari sedikit bahasa Jepang. Selama satu minggu, Nita belajar bahasa Jepang di rumah untuk mempersiapkan diri saat Nita masuk sekolah. Ohayou gozaimasu, watashi wa Nita desu.Indonesia kara kimasita.Douzo yorosiku onegaisimasu (Selamat pagi, nama saya Nita. Berasal dari negara Indonesia. Senang berkenalan dengan teman semua)...begitu dia memperkenalkan diri di depan kelas. Namun tentu saja ini belum cukup untuk dapat berbicara dengan teman-temannya dan setelah pulang sekolah dia berkata sebenarnya ingin bicara dengan temannya tapi bingung bagaimana?.

Alhamdulillah, di SD Azuma ini dan di semua SD di Tsukuba terdapat suatu wadah PTA(Parent Teacher Assosiation) dan salah satu kegiatannya adalah kazenokai yang beranggotakan ibu/orang tua murid yang secara sukarela memberikan pengajaran kepada siswa asing cara menulis, membaca dan berbicara bahasa jepang. Mereka biasanya disebut borantia (volentir/tenaga sukarela). Pada saat di kelas berlangsung pelajaran bahasa jepang, Nita keluar kelas menuju ruang/kelas bahasa jepang ini dan di ruangan ini terdapat 2 orang siswa asing lainnya dari lain kelas yang akan mengikuti pelajaran bahasa jepang. Setiap anak diajar oleh satu orang pengajar (seperti les privat di Indonesia) dan pengajarnya adalah volentir dari kazenokai.

Setiap hari Nita belajar bahasa jepang secara intensif di ruang ini (nihon go kurasu). Dari jadwal yang setiap hari berkurang menjadi 3 hari dalam seminggu tergantung pada perkembangan bahasa jepang si anak. Tentu saja ini sangat membantu sekali dan Nita dengan cepat dapat membaca dan menulis Hiragana, Katakana, dan Kanji serta semakin mudah dia berbicara kepada temannya. Pokoknya sudah semakin percaya diri dan di kelaspun dapat mengikuti pelajaran yang diberikan oleh sensei (guru). Setelah satu tahun belajar di nihon go kurasu ini,Nita dinyatakan 'lulus' dan selanjutnya tidak mengikuti pelajaran bahasa jepang di kelas nihon go ini.

Tentang tenaga volentir ini sangat menarik untuk dituliskan disini. Di Jepang banyak sekali volentir-volentir misalnya volentir untuk menjadi guide, volentir untuk mengajar bahasa Jepang, volentir untuk membersihkan kolam berenang di sekolah pada saat musim panas juga ada, volentir untuk membantu korban bencana alam di negara lain, dan masih banyak lagi yang lainnya. Kenapa sih mereka senang menjadi volentir? Menurut teman saya yang juga volentir di Kazenokai, alasannya karena mereka ingin aktif di luar rumah (untuk ibu rumah tangga, tentunya bosan bila harus menunggu di rumah tanpa kegiatan ke luar dan hanya menunggu anak dan suami pulang di sore hari), kepuasan tersendiri bisa aktif dan membantu orang lain dan alasan pribadi lainnya.

Ehh..Untuk menjadi volentir disini harus daftar dulu lho karena banyak peminatnya...Ah..sugoi ne...(hebat...ya).

Ini sensei pengajar bahasa bahasa jepang yang merupakan anggota volentir Kazenokai


Saat Nita mendapatkan sertifikat kelulusan dari kelas bahasa Jepang yang diberikan oleh Narushima sensei,




Nita dan Hana bersama teman dari Mesir yang juga belajar di kelas bahasa Jepang,






5 komentar:

astien mengatakan...

nita ohayou gosaimasu..*salah ga ya tulisannya, secara ga bia bahasa jepang sama sekali hehe*

coba di indonesia banyak voluntir kek disana ya...disni mah sekarang apa apa harus ada uang..duuh

Mediana mengatakan...

bener, smuanya disini dinilai dg uang.. tp mungkin emang situasinya beda ya..

Reni Dwi Astuti mengatakan...

kak Nita hebat ya...cepat sekali bisa belajar bhs jepangnya. Tante aja nggak ngebayangin susahnya ya ngapalin kata2 yg "aneh" spt itu, he he... Nanti kak Nita mau kan ajari Kayla...

budhe Fakhrun mengatakan...

Wah... Nita hebat ya...budhe turut bangga dech.. pasti lah jadi murid kesayangan disana dan disukai banyak kawan dari berbagai negara.
Selamat yach...terutama untuk Mommynya yg senantiasa mengiringinya dg do'a tiada henti untuk kesuksesan Nita.Terus semangat dan bertambah pintar ..mmuaaach....

Anonim mengatakan...

susah banget yah belajar bahasa jepang???...aku aja udah tinggal 7 tahun di emirates tapi gak bisa juga tuh bahasa arab...abis susah sihh..kayak kita belajar ngaji kan susah banget tuh